Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman, Tertua di Pontianak

Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

Rental Mobil Pontianak – Di komplek keraton tempatnya bertahta berdiri megah hingga kini sebuah masjid Jami Kesultanan Pontianak yang dibangun pertama kali oleh sultan pertama sekaligus pendiri Kesultanan Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Masjid yang sekaligus menjadi awal dimulainya sejarah kota Pontianak yang setiap tahun diperingati sebagai hari lahir kota Pontianak, ibukota Propinsi Kalimantan Barat. Masjid Jami tua tersebut kini dinamai sesuai dengan namanya sebagai Masjid Sultan Abdurrahman – Pontianak.

Menurut sejarah, terjadi perselisihan antara Sultan dengan al-Habib Husein. Akhirnya, al-Habib memutuskan untuk meninggalkan Kerajaan Matan. Ia pindah ke Kerajaan Mempawah dan bermukim di kerajaan tersebut hingga meninggal dunia. Setelah al-Habib Husein meninggal dunia, posisinya digantikan oleh anaknya Syarif Abdurrahman. Pada tahun 1771 M Syarif Abdurrahman memutuskan pergi dari Mempawah dengan tujuan untuk menyebarkan agama Islam. Konon, sebelum Habib Husein Alkadri bertolak dari Hadramaut, Yaman Selatan, menuju kawasan timur, gurunya berwasiat supaya mencari permukiman yang berada di pinggir sungai yang masih ditumbuhi pepohonan hijau. Ketika diangkat menjadi hakim agama Kerajaan Matan dan Kerajaan Mempawah, beliau pun meminta kepada kedua sultan dari kerajaan-kerajaan tersebut untuk dibuatkan sebuah permukiman seperti yang diwasiatkan gurunya.

Masjid Jami‘ Sultan Abdurrahman berada di dekat pusat Kota Pontianak. Lokasi masjid dapat dijangkau melalui jalur sungai dan jalur darat. Pengunjung yang memilih jalur sungai dapat mengaksesnya dengan menggunakan sampan atau speedboat dari Pelabuhan Senghie, sedangkan pengunjung yang menggunakan jalur darat dapat naik bus yang melewati jembatan Sungai Kapuas. Di kawasan Masjid Jami‘ Sultan Abdurrahman terdapat pramuwisata, pendopo tempat istirahat, dan toilet. Di sekitar kawasan tersebut juga terdapat restoran terapung, warung makan, kios wartel, vouvher isi ulang pulsa, sentra oleh-oleh dan cenderamata, serta persewaan sampan dan speedboat untuk mengelilingi kawasan masjid.

Masjid itu memiliki mimbar tempat khutbah yang unik, mirip geladak kapal. Pada sisi kiri dan kanan mimbar terdapat kaligrafi yang ditulis pada kayu plafon. Hampir 90 persen konstruksi bangunan masjid terbuat dari kayu belian (Eusideroxylon zwageri). Atapnya yang semula dari rumbia, kini menggunakan sirap, potongan belian berukuran tipis. Atapnya bertingkat empat. Pada tingkat kedua, terdapat jendela-jendela kaca berukuran kecil. Sementara di bagian paling atas, atapnya mirip kuncup bunga atau stupa.

Demikianlah sekilas tentang Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman, jika anda datang dari luar kota dan ingin mengunjungi masjid ini silahkan kontak kami di 0812-5627-447 untuk rental mobil yang terpercaya dan dapat diandalkan.